Muhammad Mufarizal, ST, M.IP biasa dipanggil “Faried” lahir di Pekanbaru, 16 Februari 1986. Saya anak pertama dari 4 orang bersaudara da...
Muhammad Mufarizal, ST, M.IP biasa
dipanggil “Faried” lahir di Pekanbaru, 16 Februari 1986. Saya anak pertama dari
4 orang bersaudara dari Orang tua bernama Drs. H. Mustafa Kadir dan Dra. Hj.
Sri Harti M.IP. Saya bisa dikatakan Putra Asli Melayu yang berdomisili di Kota
Dumai. Saya memiliki 1 orang istri dan dikaruniai 2 Putri yang cantik.
Saya pindah ke kota Dumai pada tahun
1999, sebelumnya saya tinggal di Pekanbaru. Mulai dari Lahir hingga SD saya
bersekolah di Pekanbaru. Alasan saya pindah ke Dumai adalah dikarenakan
mengikuti pindah tugas orang tua. Orang tua saya bercerita bahwa Kota Dumai itu
sangat dekat dengan laut dan luar negeri, bahkan lampu lampu di Negara Singapura
dapat terlihat pada malam hari. Saat mendengar hal tersebut saya sangat
bersemangat sekali untuk pindah ke Kota Dumai dan akhirnya saya putuskan untuk
bersekolah dan tinggal di Kota Dumai. Semakin lama saya berada di Kota Dumai
saya merasa Dumai adalah kota yang
sangat nyaman untuk tinggal, berteman, hingga berkarir. Dan kini saya sangat
bangga menjadi warga Dumai.
Saya TK di TK Pertiwi Pekanbaru, lalu
melanjutkan ke SD Negeri 001 Rintis Pekanbaru, SMPN 2 Dumai, dan SMAN 2 Dumai.
Lalu saya memilih melanjutkan pendidikan S1 saya di Universitas Diponegoro Semarang
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Dan melanjutan S2 di Fakultas Fisipol
Universitas Islam Riau.
Memulai karir sebagai PNS pada tahun
2010 di Pemerintah Kota Dumai dan bertugas sebagai Staf Perencana di BAPPEDA
Kota Dumai, lalu tahun 2014 diamanahkan menjadi Kasubid Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang di BAPPEDA Kota Dumai hingga tahun 2016. Awal tahun 2017 saya diamanahkan
menjadi Kepala Bidang Kawasan Permukiman di Dinas Perkim Kota Dumai dan di
Tahun yang sama saya diamanahkan menjadi Kepala Satuan Kerja Pembangunan
Infrastruktur Permukiman yang merupakan perpanjangan Tangan dari Kementerian
PUPR Republik Indonesia untuk menangani permasalah kawasan kumuh diKota Dumai.
Di pertengahan 2018 hingga sekarang menjadi Kepala Bidang Tata Ruang diDinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kota Dumai.
Sembari bekerja saya juga aktif di berbagai
organisasi diantaranya KNPI, 234 SC, Ikatan Ahli Perencana Provinsi Riau,
Pemuda Pancasila, Ikatan Keluarga Kemasyarakatan, Purna Paskibraka
Indonesia,Komunitas Musisi Dumai dan Organisasi eksternal lainnya.
Seni merupakan hal yang tidak
terpisahkan dalam kehidupan saya. Saya sangat tertarik dengan alat musik sedari
kecil dan menjadikan musik adalah hobby saya. Dan Alhamdulillah hobby saya itu
mendapatkan dukungan positif dari Orang Tua dan keluarga.
Saya belajar dan berkarir di dunia
musik sewaktu saya SMP, saat itu saya
mencoba memainkan Gitar dan membuat grup musik dengan teman-teman saya lalu
kami pun mengikuti berbagai festival antar sekolah di Kota Dumai. Saya memilih
menekuni dunia musik sambil sekolah. Pada awal 2001 tepatnya saat saya Kelas 1
SMA saya membentuk grup band yang bernama “ERAVF” yang lahir di Studio Musik
Melayu yang berpersonilkan teman satu sekolah dan sekolah lain.
Saya memilih
untuk menjadi Basist pada grup band tersebut dan mengikut banyak kompetisi
festival musik di Kota Dumai dan di Luar Kota Dumai maupun Festival musik se
Sumatera, baik kategori Pelajar maupun umum dan juga sebagai Bintang Tamu.ERAVF
band beberapa kali menjuarai perlombaan Festival Musik, hingga pernah menjadi juara
umum dan dari berbagai perlombaan yang diikuti seringkali saya mendapatkan
beberapa penghargaan seperti Basist Terbaik, Gitaris Terbaik, Drummer Terbaik
dan Vokalis Terbaik. Tak hanya saya, rekan-rekan 1 band saya pun sering mendapat
berbagai penghargaan individu di bidangnya masing-masing pada tahun gemilang
itu.
ERAVF band memilih genre musik Funky dan Hip Metal. Kami sering membawakan
lagu-lagu RHCP, Funky Kopral, Incubus,dll. Kami sempat membuat sebuah karya
lagu funky namun tidak terpublikasi karna belum memadainya alat recording saat
itu. Pada tahun 2004 seiring kelulusan sekolah, sebagain besar personil ERAVF
hijrah dari Dumai. Seperti saya yang memilih melanjutkan kuliah di Semarang.
Lalu teman teman personil lain tersebar mulai dari Pekanbaru, Jakarta, Batam,
dan ada yang tetap memilih stay di Dumai.
Masing-masing personil ketika hijrah
membuat grup musik masing-masing di Kotanya. Sambil kuliah di Semarang, kembali
saya membentuk grup band kampus yang bernama “SQUASH BAND”. Mulai dari tahun
2004-2009 saya berkarir musik di Semarang dan Pulau Jawa, tampil dari panggung
ke panggung, baik di café, acara pentas seni sekolah dan kampus, hingga menjadi
band pembuka band nasional. Pada tahun 2006 saya dan band Squash memilih untuk
membuat 1 Album bergenre Alternatif Pop
yang berisikan 12 Lagu di Album itu dan Mini Album berisikan 6 Lagu.Sebagian
besar karya tersebut adalah ciptaan saya sendiri. Recording kami lakukan di FK
Studio Yogyakarta dan dengan menggunakan Minor Label Musikita Solo yang
tersebar di berbagai toko kaset se Jawa dan Bali seperti Distara, dll.
Saat
itu, kami juga membuat Video Klip dengan judul lagu andalan “Dulu,Sampai Nanti”
yang ditayangkan di beberapa TV Lokal dan Pusat-pusat perbelanjaan di Pulau
Jawa. Dan hingga kini lagu tersebut termemorikan di Youtube apabila teman-teman
ingin mendengar. Akhirnya pada tahun 2009 setelah selesai kuliah saya pun
kembali ke Dumai, dan sudah mulai jarang bermusik namun masih sering jamming
dengan teman-teman dan mengikuti berbagai kegiatan musik di Kota Dumai. Saat
ini saya bergabung dengan Komunitas Musisi Dumai (KOMID) dengan sisa
sisa alat musik perjuangan dulu.
KOMID saat ini lebih memberikan
nuansa nuansa perubahan lebih baik dan inovatif, kawan KOMID juga bersahabat
dan saling memberikan sharing infomasi serta kreatifitas yg baik. Saya yakin dengan
makin solidnya KOMID bisa mengembalikan kejayaan dunia musik di Dunia di masa
masa lalu. Tindakan konkrit saat ini KOMID selalu mengadakan jam session dan
bedah informasi tentang musik bahkan memfasilitasi musisi Dumai untuk
Recording, ini prestasi. Namun harapan kedepan gairah musik dapat kembali seperti
dulu dengan mengadakan festival musik dan parade parade musik yang berkelas.
Tentunya dengan kolaborasi banyak element, seperti Pemko, Perusahaan , DKD
bahkan EO nasional sekalipun yang mengadakan event musik d Kota Dumai.
Untuk dapat mensupport dunia seni
khususnya musik di Kota Dumai Kita harus bisa mengagumi dan menghargai karya sahabat sahabat
seniman diKota Dumai ini dan harus kita ikut mempromosikan karya karya sahabat
kita diKota Dumai melalui medsos, media informasi serta memaksimalkan mengenalkan karya karya sahabat sahabat kita ke lingkungan kita baik di tempat kerja,
tempat baik , kampus atau mantan mantan kita dulu hehehe.. dengan metode itu karya
karya tersebut dapat kita promosikan.
Banyak karya karya seni budaya
melayu diKota Dumai dihasilkan oleh seniman seniman di Kota dari berbagai macam
jenisnya. Khusus lagu melayu banyak sudah buah karya. Namun kembali lagi
promosi. Baik diciptakan dan dinyanyikan oleh seniman Dumai namun biaya promosi
yang terlalu besar menjadi penghalang. Disini diperlukan kolaborasi Pemko
Dumai, Para pelaku usaha dan elemen elemen lain untuk membantu seniman Dumai. Jika
terpromosikan dan layak pasti banyak
promotor yang akan melirik.
Sarana untuk mengembangkan bakat
juga terbatas mulai dari alat, tempat latihan bahkan fasilitas seniman juga
kurang, mungkin dengan adanya kolaborasi dan perhatian penuh stakeholder diKota Dumai dunia seni dapat dikembangkan
dan lebih maju.
Harapan saya, kolaborasi antara
DKD dan Pemko Dumai harus sinergis dan juga harus melibatkan para pelaku usaha
serta stakeholder lain dengan menciptakan inovasi inovasi baru dalam dunia seni
di Kota Dumai. Banyakan pagelaran seni, mungkin tuan rumah bisa digilir masing
masing kecamatan tiap Bulan atau
kegiatan lainnya.
Tapi yang sangat utama adalah
multi support terhadap penyiapan sarana dan fasilitas untuk seniman sebagai wadah utama dalam berseni harus segera
terwujud.
Masih banyak ruang ruang dKkota Dumai yang bisa kita manfaatkan. Saya
yakin dan optimis DKD saat ini sangat inovatif dalam memajukan Dunia seni Dumai.
Sukses selalu untuk DKD.
IG :
@fariedmufarizal
Twitter :
@faridmufarizal


















COMMENTS