Sonny Gupi, lahir di dumai 30 juni 1980. Saya anak pertama dari tujuh bersaudara almarhum papa saya bernama Agus Susanto dan mama saya...
Sonny Gupi, lahir
di dumai 30 juni 1980. Saya anak pertama dari tujuh bersaudara almarhum papa
saya bernama Agus Susanto dan mama saya bernama Elisda. Kami adik beradik asli
putra Dumai ,lahir dan tumbuh di kota dumai tercinta ini. Pada tahun 85 saya
sudah di masukkan sekolah taman kanak kanak oleh orang tua saya di taman kanak
kanak Tunas Harapan II dulu lokasinya berada di depan kilang pertamina Dumai, dan
kemudian melanjutkan sekolah dasar di SDN 014 labour housing. Lalu melanjutkan
pendidikan menengah di SMPN Bukit jin. Setelah
itu saya hijrah menyeberang ke pulau jawa tepatnya di kota Salatiga untuk
melanjutkan pendidikan menengah atas.
Sejak sekolah SMP saya sudah mulai mengenal dan mempelajari seni
musik, dengan instrumen keyboard dan piano pop. Saya sudah mulai mengulik lagu
lagu mas Indra Lesmana, Fariz RM dan KLA PROJECT, juga lagu lagu oldies barat dan oldies Indonesia.
Hingga akhirnya saya bergabung dengan grup band Mirror pada tahun 2002 sebagai
bassis dengan genre metal progressive.Dari grup band ini kami sering mengikuti
festival festival bergengsi yang ada di Riau, seperti festival musik rock se Riau,
festival musik ajang nasional dari tahun 2005 hingga tahun 2009 yang diadakan
dibalai kartini Jakarta, pada tahun
2011 saya mulai mengkomersilkan skill keyboard dan piano pop saya untuk
mengisi live musik dibeberapa hotel ternama diKota Dumai hingga saat saya
mengisi biografi ini.
Mengapa saya
tertarik dengan seni musik? Seni bermain musik membuat saya cepat dikenal oleh
orang lain. Dari musik kita bisa membangun silaturahmi yang lebih luas lagi
dengan tujuan menghibur dan menyampaikan nada dan lirik yang sifatnya positif.
Pada tahun
2001 saya mulai terjun dan mengenal world music, dimana pada saat itu saya
dikenalkan dengan salah satu musisi senior Kota Dumai yaitu Yong jali. Dan
semenjak itu saya resmi bergabung dengan grup music beliau dengan nama grup
band serampang.dibawah pimpinan beliau sebagai leader band dan sebagai composer
music.Saya banyak belajar tentang world music dan kebetulan kami menggarap
music melayu contemporer.
Dan event pertama yang pernah saya ikuti bersama grup
band serampang adalah memenuhi undangan dari Yayasan Kesenian Riau Jakart. Pada
saat itu kami dipercayakan untuk tampil di gedung sasana Langgeng Budoyo didalam lokasi taman mini indonesia
indah. Dan juga beberapa event serupa yang tentunya masih dalam tema world
music.
Itu lah keseruan berkesenian saat itu, menurut saya bermusik pada saat
dulu penuh dengan petualangan, apa bila saya diminta untk membandingkan dengan keadaan berkesenian pada
saat ini dalam hal bermusik khususnya tentu ada kurang dan lebihnya, bermusik di era sekarang kita banyak di bantu
dengan teknologi, hampir semua musisi dan praktisi seni memiliki software
software digital didalam mendukung karya karyanya.
Tentu berbeda dengan keadaan
musisi pada saat dahulu,kita hanya mengandalkan equipment kita seadanya serta
talenta yang dianugerahkan oleh Tuhan yang Maha Esa kepada kita. Namun apa pun
ceritanya era dulu dan sekarang tetap sama, yaitu karya yang menjadi orientasi
kita sebagai seniman. Saya berharap
semoga kita para seniman Kota Dumai terus bersemangat dalam menggapai
impiannya untuk selalu berkarya, dan mengukir prestasi demi prestasi dalam
setiap karyanya.









COMMENTS