Saya Lahir dibukittinggi, anak ke 4 dari 4 bersaudara. Kakek dan nenek dari tahun 1963 sudah di Dumai, orang tua lahir di D...
Saya
Lahir dibukittinggi, anak ke 4 dari 4 bersaudara.
Kakek
dan nenek dari tahun 1963 sudah di Dumai, orang tua lahir di Dumai. Saya
betah diDumai keturunan dan kekelaurgaan diDumai semua. Saya lahir di
bukittinggi sumatera barat karena ortu ingin melahirkan disana. Zaman
saya lahir , rumah sakit di dumai belum seperti sekarang, demi
kesehatan dan keselamatan orang tua memilih lahirkan saya disumbar.
Saya
Sekolah dipondok pasantren sumbar, karna menurut orang tua lebih
berkwalitas dimasa itu. SLTA di SPM dan Kuliah di STIA Dumai jurusan
admimistrasi niaga.
Riwayat
pekerjaan Saya pernah berlayar selama 3 th. Pernah bekerja diperusahaan swasta
Jakarta, Batam, Medan.
Dalam
kariri seni saya pernah menjadi instruktur modelling, tari dan
presenter dipadang tahun 2004-2006. Dan saya juga pernah bergabung dengan persatuan
artis minang tahun 2004-2006. Prestasi seni sebagai paforit bujang dara. Dan
saya juga berhasil meraih 20 besar KDI 2007 utusan medan dari 8000 peserta, dan pemenang
di berbagai Festifal solo song. Bagi saya itu semua sangat luar biasa membawa
saya sangat mengerti dan memahami jiwa seni. Dan banyak lagi sederetan prestai
seni yang mebuat saya semakin memantapkan diri saya bahwa saya akan
mengembangkan kesenian diKota Dumai.
Saya
sangat menghargai seni, karena seni itu indah, ruang seni itu luas. Dangan seni
kita bebas berexpresi tentunya dengan etika dan batasan yang ada. Awal
mula saya tertarik dengan seni tidak dapat diutarakan karna keluarga besar saya
seniman, dan dari kecil saya sudah terbiasa denang seni. Khususnya
seni tarik suara dan seni tari.
Hari
ini saya sebagai Pembina Sanggar Qla-one Gading Enertaint, presenter, vocal, dan
lain lain saya aktif berkesenian dari sejak kecil seriu. Seni
itu indah, maka akan kuhabiskan hidup ku untuk seni . Kutuangkan segala rasa
dalam bentuk karya sehingga bahagia dalam menghasil karya yang begitu indah,
itulah mengapa aku tertarik dengan dunia seni ini.
Berkarya
itu tidak ada batas. Kita harus bisa memberikan motivasi kepada generasi muda agar
mau belajar dan memahami seni tradisional. Banyak sudah saya
mendidik, mengantarkan dan mendampingi murid di beberapa ajang
nasional mewakili riau dan sumbar.
Ada
sukanya sikit, dan dukanya banyak tapi saya terus berkarya tanpa
menyerah walau support dari pemerintah kurang, banyak pilih kasih tanpa melihat
prestasi yang dimiliki. Jangan ada lagi lah rasa pilah seperti itu, hanya
melihat siapa dia anak siapa dan keturunan siapa. Seni itu Indah jangan
dikeruhkan dengan hal yang takpenting dan memecah belah bangsa. Saya orang seni
hanya punya prestasi , karya dan kemampuan untuk bersaing secara sehat.
Jujur
saya berkarya dengan mandiri tanpa ada sentuhan tangan pemerintah kota mau pun
provinsi riau. Malah pemerintah pusat dan pemerintah luar negri yang sudah
pernah melirik kami. Nyatanya di kota sendiri kami hanyalah abu, diluar
kami dipandang mutiara. Namun saya akan tetap berkarya bahwa yang mereka sangka
abu itu ternyata adalah mutiara yang paling berharga.
bersambung...
bersambung...






COMMENTS