Nama saya zulkifli ,saya dilahir kan di Dumai jalan teratai gg dahlia 10 november 1978, 42 tahun yang silam Kedua orang tua saya asli...
Nama saya zulkifli ,saya dilahir kan di Dumai jalan teratai gg dahlia 10 november 1978, 42 tahun yang silam Kedua orang tua saya asli orang sungai pakning, bapak berasal dari kampung Buruk Bakul sebuah desa yang terletak di Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis,sedangkan mak orang Batang Duku Bengkalis ,bapak saya bernama Basri bin yahya, kalau mak bername syamsiah binti Buyung Hitam, Orang tua saya pindah ke Dumai tahun 1976, saya anak ke 3 dari 11 bersaudara.Memang ramai, orang dulu kalau punyo anak memang ramai.
saya mempunyai seorang kakak dan abang, jadi saya anak no.3, alhamdulillah semua saudara saya masi sehat-sehat semua, walau pun kami ramai tapi kami tetap akur, semua saudara saya udah berkeluarga semua. Pedidikan saya bersekolah di SDN 003 Pangkalan sesai, SMP BUDI DHARMA tapi di SMP BUDU DHARMA saya cuma kelas satu aja kelas 2 saya pindah di SMP dekat rumah saya yaitu SMP SYEH UMAR sampai tamat,
Sebenarnya setelah tamat SMP saya mau melanjutkan ke sekolah kejuruan (STM) tapi udah takdir bapak saya meninggal dunia waktu saya masih duduk di kelas 3 SMP, Betapa tepukulnya saya melihat nasib adek-adek masi kecil-kecil lagi. Setelah tamat SMP tak tepikir lagi mau melanjutkan sekolah ke STM , saya dan abang saya pun bekerja keras jadi tulang punggung keluarga dan menyekolah kan adek- adek, alhamdulillah waktu itu saya ada kesempatan untuk ikut paket c sehingga saya ada ijazah SMA. Saya bekerja sebagai tukang bangunan dan buat usaha meubel di rumah,
Minat saya dibidang seni semenjak kecil mungkin bakat dari datok nenek saya dulu,tahun 1997 saya pernah ikut salah satu group band di Dumai waktu itu saya megang gitar bass hingga akhir nya bisa mempunyai band sendiri, Saya juga hobi dibidang seni-seni kayu seperti membuat keris, tepak dan apa saja tegantung pesanan yangg nuansa melayu Saya juga minat di seni menjahit sehingga saya belajar membuat tanjak ,asesoris mobil temasuk juga membuat tas.
Saya pun tak
tau mengapa saya bisa tekun di bidang seni,mungkin karna saya selalu pingin tau dan selalu ingin
mencoba hal baru prinsip saya kenapa orang bisa saya tidak. Dan saya juga
melihat dibidang seni rupa ini sebuah peluang bisnis yan gluar biasa. Maka saya
tertarik untuk menkuni ini.
Dan ilmu ini
tidaklah terlalu susah untuk dipelajari,
apalagi didukung dengan keterbukaan media sosial sekarang ilmu tentang seni rupa ini sangat banyak kita jumpai. Tinggak
kita saja apakah kita mau menekuni nya atau tidak. Bakat seni itu ada yang
alami dan ada juga muncul karena tuntutan ekonomi. Alangkah bagusnya kita
ganungkan keduanya. Bakat seni dan tuntuan ekonomi dapat terpenuhi. Inspirasi kadang muncul saya segera bergerak untuk memulai belajar membuat karya seni. Hingga akhirnya
hari ini saya bisa membuat keris, tanjak dan lain lain. Dalam usaha meubel ini
juga saya sedang memiliki tenaga bantu 2
orang.
Saya tidak
begitu memahami filosofi tanjak yang saya buat atau keris yang saya buat ini
apa maksudnya saya tidak mau pusing
dengan hal itu. Bagi saya hanya berkarya tanpa menyalahi adat melayu itu
sendiri, ya saya lakukan saja. Dan karya saya tidak merugikan orang lain. Dan
prihal ada tanjak tradisi dan kreasi, itu sah saja. Modifikasi tetapi tidak menyalah dari adat .
Produksi tanjak yang saya buat ini diminati banyak orang bahkan sampai Tanjung Balai Karimun, Batam , Jambi,
Kalimantan Barat dan Malaysia pun sudah
memesan tanjak saya. Harga tanjak untuk penjulan Dumai dikisaran harag 150 ribu
per satu tanjak.
Jujur saja keris yang saya buat cuma hobi mengenai kriteria saya
kurang memahami, saya hobi membuat keris karna saya pengurus LAM jadi untuk
melengkapi pakaian melayu yang kita
pakai kita selalu menggunakan keris sebagai simbol, maka nya saya belajar
membuat keris awal nya untuk diri sendiri dulu, ternyata keris saya ini
diminati orang, mulailah saya serius siket mebuat keris ni. Baru orang Dumai
yang pesan.
Keris yang
saya buat ini ada 3 macam Luk ( gelombang / kelok kelok dimata keris ), dengan
harga yang berbeda. Luk 5 harga 500 ribu, Luk 7 Rp.650 ribu dan Luk 9 Rp.900
ribu.
Saya begabung di dkd ingin membuat perubahan baru bersama-sama kita buat perubahan untuk memajukan dkd ni, insyaallah saya akan menciptakan karya-karya yang bisa mengangkat nama dkd ini dan saya akan mengajak anak-anak muda dan memotivasi mereka untuk berkarya selagi masih muda. Karena berkarya kita tidak perlu mengalahkan siapa siapa, kita tidak perlu bersaing. Kita hanya perlu berkarya, maka nilai ekonomi datang sesuai dengan ketekunan yang kita jalani.
Wassalam
bersambung...



















COMMENTS